Sang Pemimpi merupakan novel Andrea Hirata yang ke dua, dari tetralogi Laskar Pelangi, dan yang ke tiga judulnya Edensor, serta yang terakhir dan yang baru akan launching bulan November judulnya Maryamah Karpov. Terus terang saya suka sama ke tiga buku ini… ceritanya mengalir enak, dan banyak yang bisa saya ambil pelajaran dari Sang Pemimpi ini. Mau ga dapat buku Sang Pemimpi gratis?
Dari judul bukunya ajaah dah keliatan, buku ini tentang impian. Kadang orang menganggap impian tu ga penting karena cuman jadi mimpi ajaah. Nah, di sini diceritain, gimana mereka berani bermimpi dan gimana mereka juga berani berjuang untuk meraih impiannya itu. Seperti buku pertamanya yang berjudul Laskar Pelangi, buku Sang Pemimpi tetap menceritakan bagaimana perjuangan Ikal (nama panggilan Andrea Hirata waktu kecil) kali ini dengan saudara sepupu nya Arai serta sahabatnya Jimbron untuk bisa sekolah, dengan setting cerita saat mereka sudah SMA. Mereka harus membiayai sendiri sekolah mereka dengan menjadi kuli pengangkut ikan dari jam 2 pagi hari, dan dengan bau yang masih amis (karena cuman dibersihkan seadanya), mereka harus segera ke sekolah dengan berlari kencang, supaya ga telat. Tapi, walaupun kondisinya seperti itu, Ikal dan Arai berani bermimpi untuk bisa kuliah di Sorbonne, universitas terkenal di Perancis. Bisakah ke dua anak yang kumal dan bau, yang untuk biaya sekolahpun mereka harus membiayai sendiri, bisa bener2 kuliah di Sorbonne Perancis? Banyak hal yang membuat saya merenung disamping ngakak2 sepanjang baca novel ini, karena ceritanya memang kadang menyentuh, mengharukan, tapi juga banyak sekali hal-hal konyolnya…. Coba d saya kutipkan beberapa bagian dari buku ini…. Ini salah satu bagian saat Andrea Hirata menceritakan Arai, saudaranya yang konyol, penuh ide gila, suka sekali iseng, tapi juga hatinya sangat baik…
Baca Dech Selengkapnya, Asyik Lho !!!… »